Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
النُّصُوْصُ قَدْ إِنْتِهَى وَالْوَقَائِعُ غَيْرُ مُتَنَهِيَة # صَلِحٌ لَكُلِّ زَمَان وَمَكَان

Supaya Keluarga Sakinah Mawadah Wa Rohmah


Saya diijazahi Mbah saya, jika ingin keluarganya Sakinah maka harus diamalkan Japamantera ini :

NGACENG MENGKERET
MLEBU METU
MLUMAH MENGKUREB
MEREM MELEK
MANTHUK-MANTHUK


Seketika saya tertawa terbahak-bahak. Niku estu nopo guyon Mbah. (Itu beneran atau guyon Mbah)

Jawab Simbah, "Iki bener Le. Ora Hoax. Ngandel ora ngandel amalno wae. Insya Allah keluargamu dadi Sakinah." (Ini benar Nak. Bukan Hoax. Percaya nggak percaya amalkan saja. Insya Alloh keluargamu menjadi sakinah.

"Tapi kudu ngerti maksude kang sak benere." (Tapi harus tau maksud yang sebenarnya)

"Nopo niku Mbah," tanyaku. (apa itu, Mbah)

"Ngene Lee.. (Gini Nak)

Kang dimaksud NGACENG MENGKERET iku, naliko bojomu kenceng alias nesu, emosi, marah-marah. Monggo kowe kudu mengkeret, alias kendo, ojo dilayani kanthi nesu."
(yang dimaksud NGACENG MENGKERET itu, ketika istrimu tegang alias cemberut, emosi, marah-marah. Maka kamu harus mengendur alias selow, jangan dihadapi dengan emosi)

"Oh. Ngoten to Mbah. Tiwas pikiran kulo ngeres."
(oh, gitu ya Mbah. Terlanjur pikiran saya ngeres)

Lanjut Simbah, " Lah sing dimaksud MLEBU METU iku, antarane awakmu lan bojomu kudu saling memberi masukan dan menerima masukan. Saling menasehati. Wa tawashou bil haqqi wa tawashou bis shobri." (lah yang dimaksud MLEBU METU itu, antara dirimu dan istrimu harus saling memberi masukkan dan menerima masukkan.)

mlebu = masuk
metu = keluar
"Lajeng ingkang dipun maksud MLUMAH MENGKUREP ?" Tanyaku dengan kepo.
(lalu yang dimaksud dengan MLUMAH MENGKUREP?)

mlumah = tidur telentang
mengkurep = tidur tengkurap

"MLUMAH iku katon ngarepe. MENGKUREP iku katon mburine. Maksude, antarane suami istri iku kudu saling terbuka. Gak oleh ono sing ditutup-tutupi. Gak keno ono sing diumpetake. Gak oleh ono kebohongan dan dusta diantara keduanya. Baik itu soal komunikasi, pergaulan sosial, ekonomi maupun lainnya, harus saling jujur. Kebohongan merupakan residu penghancur hubungan."
(MLUMAH itu kelihatan depannya. MENGKUREP itu kelihatan belakangnya. Maksudnya, antara suami istri itu harus saling terbuka. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Tidak boleh disembunyikan. Tidak boleh ada kebohongan dan dusta diantara keduanya. Baik itu soal komunikasi, pergaulan sosial, ekonomi maupun lainnya, harus saling jujur. Kebohongan merupakan residu penghancur hubungan)

'Trus, MEREM MELEK tegesipun menopo Mbah?"
(terus, MEREM MELEK maknanya apa Mbah?)

merem : terpejam
melek : terbuka matanya

" Nah, MEREM maksudnya kita harus menutup kekurangan dan aibnya bojo. Jangan sekali-kali kekurangan diungkit-ungkit, apalagi diceritakan kepada orang lain. Cukup berdua saja yang tahu.
MELEK artinya kita harus mengakui, mengapresiasi kebaikan dan jasa bojo. Lumrahe menungso, gara2 kesalahan sepisan iso ngilangno kebaikan sing luwih akeh. Gara-gara kekurangan sithik, iso ngilangi kelebihan sing luwih akeh. Umpamane, bojoku sedino iki nesu. Ora opo-opo. Lagi sedino, padahal wis lawase sewulan, piyambake apik sabar gak nesu. Ngono lho Lee."
(Nah, MEREM maksudnya kita harus menutup kekurangan dan aibnya istri. Jangan sekali-kali kekurangan diungkit-ungkit, apalagi diceritakan kepada orang lain. Cukup berdua saja yang tahu.
MELEK artinya kita harus mengakui, mengapresiasi kebaikan dan jasa istri. Umumnya manusia, gara-gara kesalahan satu kali bisa menghilangkan kebaikan yang lebih banyak. Gara-gara kekurangan sedikit, bisa menghilangkan kelebihan yang lebih banyak. Misalnya, istriku sehari ini cemberut. Tidak apa-apa. Baru sehari, padahal sudah lamanya satu bulan, Dirimu lebih baik sabar tidak marah. Begitu lah Nak)

"Ingkang terakhir Mbah, kok MANTHUK-MANTHUK?"
" MANTHUK-MANTHUK, iku tondo bahagia, tentrem, rukun lan harmonis"
"manggut-manggut, igtu tanda bahagia, tentram, rukun dan harmonis"

Source: post FB.
elrosyadi296
elrosyadi296 Seorang Santri Lulusan MA Jurusan IPS, Kuliah Jurusan Tafsir, Ngabdi Ngajar Ngaji, IPA dan Matematika, Hobi Coding Otodidak

Post a Comment for "Supaya Keluarga Sakinah Mawadah Wa Rohmah"