Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
النُّصُوْصُ قَدْ إِنْتِهَى وَالْوَقَائِعُ غَيْرُ مُتَنَهِيَة # صَلِحٌ لَكُلِّ زَمَان وَمَكَان

Biografi Syaikh Muhammad Abduh (1266-1323 H/ 1849-1905 M)

Muhammad Abduh memiliki nama lengkap Muhammad bin Abduh bin Ḥasan Khoirullah. Beliau dilahirkan disebuah desa yang bernama Mahallat Nasr, al-Bukhairah Mesir pada tahun 1849M dan wafat di Kairo pada tahun 1905 M. Beliau tidak berasal dari keluarga yang tergolong kaya, serta bukan dari keluarga seorang bangsawan, namun ayahnya adalah sosok yang sangat digemari oleh masyarakat di desa tersebut. Muhammad Abduh hidup di lingkungan keluarga petani, semua saudarannya mendapatkan tugas untuk membantu ayahnya di bidang pertanian, namun hanya Muhammad Abduh yang tidak mendapatkan tugas dari ayahnya untuk bergelut dibidang pertanian, justru beliau mendapatkan tugas dari ayahnya untuk mencari ilmu pengetahuan. Pada usia 12 tahun Muhammad Abduh telah hafal Al-Qur’an.

Muhammad Abduh mengawali pendidikannya di masjid al-ahmadi di daerah Thanta, kira-kira 80 Km dari Kairo. Pada tahun 1865, beliau menikah dan sempat bekerja menjadi petani selama 40 hari, kemudian beliau pergi ke Tanta untuk kembali belajar. Paman beliau yang bernama Syaikh Darwisy Khidr adalah penganut tarekat asy-Syadziliyah, mampu membangkitkan semangat belajar serta antusiasme Abduh terhadap ilmu dan agama, ketika tahun 1866 beliau memutuskan untuk pergi ke Kairo untuk menuntut ilmu di universitas al-Azhar.

Setelah tamat dari al-Azhar pada tahun 1877, Muhammad Abduh memulai karirnya, dengan mengajar di universitas Dar al-Ulum dalam bidang sejarah. Selain itu beliau juga mengajar logika, teologi dan filsafat di al-Azhar. Abduh menekankan kepada murid-muridnya agar berfikir kritis dan rasional serta tidak harus terikat dengan suatu pendapat. Selain mengajar beliau juga menekuni di bidang jurnalistik. Perjalanan hidup Muhammad Abduh mengarahkan pandangannya ke beberapa persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat. Abduh menyeru kepada umat Islam agar kembali dasar ajaran Islam dan membuka lebar-lebar pintu ijtihad. Beberapa karya tulis Abduhsebagian besar berupa artikel-artikel di surat kabar serta majalah. Beberapa karya yang telah dihasilkan oleh Muhammad Abduh adalah:
  1. Risalah al-Tauhīd
  2. Tafsīr al-Qur’an al-Karim Juz ‘Amma
  3. Tafsīr surat wa al-‘asr
  4. Hasyiyah ‘ala Syarh ad-Dawani li al-Aqa’id al-Adudiyah

Referensi :
  1. Abdul Qādir Muhammad Ṣhalih, Al-Tafsīr Wa Al-Mufassirūn Fī Al-‘Asr Al-Ḥadith, (Beirut:Dār al-Ma’rifah,2003), hlm. 302, diakses dari http://hamidahikmah.blogspot.com/2016/02/bahtsul-kutub-tafsir-al-manar.html
  2. Saiful Amin Ghofur, Mozaik Mufassir Al-Qur’an Dari Klasik Hinga Kontemporer, (Yogyakarta:Kaukaba, 2013), hlm.121, diakses dari http://hamidahikmah.blogspot.com/2016/02/bahtsul-kutub-tafsir-al-manar.html

elrosyadi296
elrosyadi296 Seorang Santri Lulusan MA Jurusan IPS, Kuliah Jurusan Tafsir, Ngabdi Ngajar Ngaji, IPA dan Matematika, Hobi Coding Otodidak

Post a Comment for "Biografi Syaikh Muhammad Abduh (1266-1323 H/ 1849-1905 M)"