Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
النُّصُوْصُ قَدْ إِنْتِهَى وَالْوَقَائِعُ غَيْرُ مُتَنَهِيَة # صَلِحٌ لَكُلِّ زَمَان وَمَكَان

Mufrodat Pilihan Q.S An-Nahl, Ayat 66, 68-69 Dan Terjemahannya

Mufrodat Pilihan

  1. Kata فَرْثٍ terambil dari akar kata yang bermakna meremukkan. Maksudnya, sisa-sisa makanan yang tidak dicerna lagi sebelum menjadi kotoran (tahi).
  2. Ungkapan kalimat مِنۢ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ antara sisa makanan dan darah dipahami oleh ulama dalam arti susu murni (لَّبَنًا خَالِصًا) yang berada diantara keduanya, karena binatang menyususui apabila telah mencernakan makanan makananya, maka apa yang menjadi susu berada pada pertengahan antara sisa makanandan darah itu. Posisi yang menjadi darah berada di bagian atas dan posisi sisa makanan pada bagian bawah.
  3. Mufassir Thahir ibn Asyur manyatakan bahwa susu bukanlah darah dan juga bukan sisa makanan. Tidak dikatakan darah karena tidak terus menerus mengalir pada saluranya sebagaimana darah mengalir pada pembuluh darah, tidak dikatakan sisa makanan karena kenyataanya susu murni adalah baik dan mempunyai nilai manfaat sedang sisa makanan berupa kotoran.
  4. Kata سَآئِغًا pada mulanya berarti sesuatu yang mudah masuk kedalam kerongkongan. Kemudahan yang dimaksud disini adalah bentuknya berupa cairan, sehingga tidak perlu lagi di kunyah dalam pengkonsumsiannya. Juga karena lezat, bergizi yang terbebas dari segala bakteri.
  5. Kata أَوْحَىٰ terambil dari kata wahyu, merupakan bentuk mashdar yang berasal dari akar kata waw, ha’ dan ya’. Makna awal dari kata wahyu adalah “isyarat yang cepat”. Wahyu dengan berbagai derivasinya, dari sudut pengertian etimologisnya, diantaranya berarti ilham yang bersifat instinktif pada hewan, dalam hal ini diberikan anugerahkan kepada lebah/nahl, sehingga dengan mudah ia melakukan aktifitas secara cepat, terstruktur dan mengagumkan.
  6. Kata ٱلنَّحْلِ ,yakni lebah. Lebah merupakan sekelompok besar serangga yang dikenal karena suka hidup berkelompok. semua lebah masuk dalam suku/familia Apidae (ordo Hymenoptera: serangga bersayap selaput). Di dunia terdapat kira-kira 20.000 spesies lebah dan dapat ditemukan di setiap benua, kecuali Antartika. Sebagai serangga, ia mempunyai tiga pasang kaki dan dua pasang sayap. Lebah membuat sarangnya di atas bukit, di pohon kayu dan pada atap rumah. Sarangnya dibangun dari malam yang terdapat dalam badannya. Lebah memakan nektar bunga dan serbuk sari.
  7. Kata يَعْرِشُونَ terambil dari kata ‘arasya yang bermakna “membangun dan meninggikan” yang menujukkan bahwa lebah membangun rumahnya tidak disemua bukit dan tidak pada semua pohon, tapi sebagian dari keduanya. Ini dimengerti dari rangkaian kata مِنَ ٱلْجِبَالِ dan مِنَ ٱلشَّجَرِ
  8. Kata ٱلثَّمَرَٰتِ adalah bentuk jama’ dari kata ats tsmarah yang berarti buah. Dari kata itu, bukan berarti lebah memakan buah tetapi kembangkembang sebelum menjadi buah (seperti majaz yang berlaku sehari-hari, menanak nasi bukan berarti nasi dimasak, tetapi yang di tanak adalah beras untuk kemudian ketika telah masak menjadi nasi).
  9. Kata ذُلُلًا adalah bentuk jama’ dari kata dzalul yakni suatu yang mudah ditelusuri. Kata ini mensifati kata سُبُلَ ,yang berarti jalan-jalan. Hal ini menisyaratkan bahwa jalan-jalan yang ditempuh lebah dari sarangnya menuju tempat menghisap sari kembang, sangat mudah untuk ditempuhnya. Kemudahan menempuh jalan, baik ketika pergi dalam menemukan sari kembang dan kembali adalah atas anugerah Allah SWT.
  10. Kalimat يَخْرُجُ مِنۢ بُطُونِهَا , artinya apa yang keluar dari perut lebah adalah beberapa zat yang diambil dari sari kembang yang mengandung unsur-unsur tertentu tergantung dari sari kembang yang dihisap dalam bentuk cairan halus yang umumnya berasa manis/madu.
  11. Kalimat فِيهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِ didalamnya terdapat obat penyembuh manusia. Artinya cairan manis/madu tersebut mempunyai manfaat sebagai obat dari segala macam penyakit.
  12. Keadaan lebah dengan segala anugerah tersebut hendaknya menjadi sarana perenungan yang lebih, betapa Allah Swt telah merancang sedemikian teliti untuk menjadikan lebah sebagai serangga, baik secara fisik, pola hidup, sistem pertahanan dan manfaatnya bagi manusia. Itu sebabnya ahir ayat ini ditutup dengan ungkapan إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan."


elrosyadi296
elrosyadi296 Seorang Santri Lulusan MA Jurusan IPS, Kuliah Jurusan Tafsir, Ngabdi Ngajar Ngaji, IPA dan Matematika, Hobi Coding Otodidak

Post a Comment for "Mufrodat Pilihan Q.S An-Nahl, Ayat 66, 68-69 Dan Terjemahannya"