Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
النُّصُوْصُ قَدْ إِنْتِهَى وَالْوَقَائِعُ غَيْرُ مُتَنَهِيَة # صَلِحٌ لَكُلِّ زَمَان وَمَكَان

inna dan saudaranya

إن وأخواتها"’’
“INNA DAN SAUDARA-SAUDARANYA”

وام ان وا خواتهافإنها تنصب الا سم وترفع الخبروهى ان وان ولكن وكان ولعل وليتا تقل:
ان زيداقائم وليت عمراشاخص.

‘’Adapun inna dan saudaranya maka amalnya menasobkan kepada isim dan merafakan khabarnya.’’
Adapun inna dan saudaranya yaitu; inna, anna, lakinna, ka-anna, laita, la-‘alla.

Seperti engkau berkata:
· ان زيداقائم : sesungguhnya zaed berdiri
· عمراشاخص ليت : semoga amr menampakan diri
ومعن ان وان للتوكيدوكأن للتشبيه ولكن للإ ستد راك وليت للتمنى ولعل للترجى والتوقح

Adapun ma’nanya inna dan anna untuk menguatkan hukum,Ka-anna ma’nanya menyerupakan, lakinna ma’nanya menyusul pembicaraan yang sudah terdahulu, laita ma’nanya mengharap sesuatu yang tidak mungkin terjadi, la’alla ma’nanya mengharap sesuatu yang disenangi dan mungkin berhasil.1

Enam huruf yang dapat me-nasikh ibtida :
إن, أن, ليت, لكن, كأن, لعل. Akan tetapi, imam sibawaih menghitungnya sebanyak lima huruf karena menggugurkan أن, sebab bentuk asalnya ialah إن. Sebagaimana akan dijelaskan nanti.
Makna lafadz إنdan أن ialah taukid (mengukuhkan). Makna lafadz كأن ialah tasybih atau menyerupakan. Makna lafadz لكن adalah istidrok (susulan).

Makna lafadz ليت ialah tamanni (mengharapkan sesuatu yang mustahil). Makna lafadz لعلialah tarrajji (mengharapkan sesuatu yang mungkin) dan isyfaq (menunjukan rasa belas kasihan).

Perbedaan antara tarajji dan tamanni ialah bahwa tamanni dapat dipakai untuk hal-hal yang mungkinterjadi. Contoh:
· ليت زيداقائم : Barangkali zaid mau berdiri.

Dapat pula dipakai untuk hal-hal yang tidak mungkin terjadi, contoh :
· ليت الشبا ب يعود يوما : Andaikan masa muda dapat kembali lagi pada suatu hari.
Sedangkan tarajji hanya dipakai untuk sesuatu yang mungkin terjadi.
Karena itu tidak boleh mengatan seperti berikut :
· لعل الشبا ب يعود : Barangkali masa muda dapat kembali lagi.
Perbedaan antara makna tarajji dan makna isyfaq ialah, tarajji dipakai untuk hal-hal menyangkut yang disukai seperti :

· لعل الله ير حمنا : mudah-mudahan allah mengasihi kami,
Sedangkan makna isyfaq hanya dipakai untuk hal-hal yang menyangkut yang tidak disukai seperti :

· لعل العد ويقدم : Barangkali musuh akan datang.
Huruf-huruf tersebut mempunyai amal kebalikan dari amal lafadz kaana, yaitu me-nashab-kan isim dan me-rafa-kan khabar-nya seperti :

· ن زيداقائم إ : (sesungguhnya zaid berdiri).
Lafadz inna dan saudaranya dapat beramal(mempengaruhi) pada kedua bagian kalimat diatas(mubtadha khabarnya).

Hal ini menurut ulama bashrah.
Ulama nahwu kufah berpendapat bahwa inna dan saudaranya tidak bisa beramal pada khabar, tetapi khabar masih tetap dirafakan; keadaannya sama ketika sebelum kemasukan inna.2
وراع ذاالترتيب,الافى الذى#كليت فيها أوهناغير البيدى


Periharalah tertib ini, kecuali dalam contoh seperti laita fiiha, atau laita hunna,ghairal badzi.
Dalam bab ini diharuskan mendahulukan isim dan mengakhirkan khabar kecuali apabila khabar berbentuk zharaf atau jar majrur.
Dalam keadaan demikian khabar tidak harus diakhirkan. Sehubungan dengan hal ini ada dua ketentuan, yaitu:
1. Boleh mendahulukan khabar dan mengakhirikannya. Contoh:
ليت فيها غيرالبذى : mudah-mudahan didalamnya tidak ada perbuatan
amoral.
ليت هناغيرالبذى : mudah-mudahan disini tidak terdapat perbuatan
amoral.
Lafadz فيها dan هنا boleh didahulikan atas lafadz غير . Dan boleh pula diakhirkan daripadanya.
2. Diharuskan mendahulukan zharaf atau jar majrur. Contoh:
ليت فى الدارصا حبها : mudah-mudahan didalam rumah itu terdapat
Pemiliknya.








Ø متن الا جرو مية: : hal 39-40 (pesantren blokagung-bwi)
Ø Terjemah alfiyyah hal 221-223 (syarah ibnu ‘aqil,bahaud bin abdullah ibnu ‘aqil)
elrosyadi296
elrosyadi296 Seorang Santri Lulusan MA Jurusan IPS, Kuliah Jurusan Tafsir, Ngabdi Ngajar Ngaji, IPA dan Matematika, Hobi Coding Otodidak

Post a Comment for "inna dan saudaranya"