Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
النُّصُوْصُ قَدْ إِنْتِهَى وَالْوَقَائِعُ غَيْرُ مُتَنَهِيَة # صَلِحٌ لَكُلِّ زَمَان وَمَكَان

Koreksio atau epanortosis

Koreksio atau epanortosis adalah suatu gaya bahasa yang mula-mula tampak menegaskan sesuatu, namun kemudian mengoreksinya. Gaya seperti ini digunakan oleh kaum Ibrahim sewaktu mereka akan menghukum Ibrahim sebagaimana disebutkan dalam QS. al-‘Ankabut [29]: 24 berikut ini:

فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ, إِلاَّ اَنْ قَالُوْا اقْتُلُوْهُ اَوْحَرِّقُوْهُ فَاَنْجَىهُ الله مِنَ النَّارِ, اِنَّ فِيْ ذَالِكَ لَاَيَتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ

Maka tidak adalah jawaban kaum Ibrahim selain mengatakan, “bubuhlah atau bakarlah dia”. Lalu, Allah menyelamatkannya dari api. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang beriman.

Pada awalnya mereka sepakat menghukum Ibrahim untuk di bunuh (dengan pedang) lalu sepakat lagi untuk membakarnya. Pemahaman seperti itu berdasarkan indikator kalimat sesudahnya: fa anjahu Allahu min an-nar (maka Allah menyelamatkan Ibrahim dari (bakaran) api. Gaya seperti ini digunakan dalam konteks adanya keragu-raguan sekalipun pada awalnya mantap dan meyakinkan.

Post a Comment for "Koreksio atau epanortosis"