Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
النُّصُوْصُ قَدْ إِنْتِهَى وَالْوَقَائِعُ غَيْرُ مُتَنَهِيَة # صَلِحٌ لَكُلِّ زَمَان وَمَكَان

Ibrah Yang Dapat Diambil Dari Seekor Lebah

a. Pengertian Lebah

Lebah merupakan salah satu di antara tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang sangat mempesona yang menunjukkan keagungan-Nya. Para ilmuwan telah menemukan sekitar 12.000 jenis lebah. Sekitar 600 jenis di antaranya hidup secara berkelompok, sementara sisanya hidup secara individual.

Lebah merupakan jenis serangga yang memiliki sistem sosial yang detail dan solid, yang takkan mampu ditiru oleh komunitas sosial manusia yang paling maju sekalipun. Individu-individu lebah hidup secara berkelompok di dalam sarang mereka, seperti komunitas manusia. Setiap kelompok mempunyai tugas tersendiri, seperti kelompok pekerja, kelompok tentara, kelompok pejantan, kelompok petelur.

b. Pembagian Tugas Lebah

Seperti yang telah disebutkan, bahwa dalam dunia lebah sudah dikenal dengan pembagian kerja. Ada beberapa di antara mereka yang menjadi pelayan sang ratu yang bertugas membawakan makanan untuknya. Di antara mereka juga ada yang bertugas sebagai penjaga dan perawat bayi. Mereka merawa bayi-bayi lebah dan menyediakan makanan yang sesuai dengan untuk bayi lebah tersebut. Ada juga lebah yang bertugas menyediakan air untuk para penghuni sarang. Selain itu, ada pula lebah yang bertugas mengatur sirkulasi udara di dalam sarang pada musim panas, menghangatkannya pada musim dingin dan melembabkannya pada musim kering. Ada juga lebah yang bertugas membersihkan sarang dan membuat dinding-dindingnya tetap lunak dan bercahaya dengan menggunakan zat tertentu. Ada pula yang bertugas menjaga sarang dari segenap marabahaya. Lebah penjaga ini tidak akan memperbolehkan seekor lebah masuk sebelum ia menyebutkan kata sandi. Jika tidak bisa menyebutkan, lebah itu akan dibunuh. Kata sandi itu sendiri diubah hanya pada saat darurat.

Ada juga lebah yang bertugas membangun sel-sel sarang yang berbentuk heksagon dengan cara unik, yang tidak bisa ditiru oleh para insinyur kelas atas sekalipun. Ada lebah yang bertugas sebagai perintis untuk mencari lokasi bunga. Jika ia telah menemukan lokasi bunga, ia akan kembali ke sarang untuk memberitahukan kepada segenap lebah pekerja dengan tarian unik mengenai lokasi bunga, jaraknya dan arahnya. Tingkat kelincahan tarian tersebut menunjukkan banyak dan sedikitnya bunga di lokasi yang dimaksudkan. Sejumlah besar lebah pekerja lalu pergi menuju lokasi untuk mengambil sari bunga sebagai bahan dassar pembuatan madu. Lokasi bungan itu kadangkala mencapai lebih dari 10 km dari sarang mereka. Walau demikian, mereka tetap bisa kembali ke sarang, dengan cara yang hingga kini belum diketahui manusia.

c. Tarian Madu

Sebuah tanda kebesaran Allah SWT, yang masih ada dalam lebah adalah cara lebah untuk berkomunikasi.

Lebah yang telah menemukan lokasi nektar, kembali ke sarang untuk memberitahu saudara-saudaranya. Lebah pandu ini melakukan tairan dengan gerakan melingkar atau mengibaskan ekor. Tarian ini tidak hanya memberitahukan bahwa pandu telah menemukan nektar atau serbuk sari dan para pekerja lain harus keluar dan mencarinya, tetapi juga merupakan permainan tebak kata yang mengagumkan untuk menyampaikan informasi akurat kepada lebah lain tentang arah dan jarak dari lokasi yang baru ditemukan.

Terkadang seseorang dewasa normal mengikuti kursus tari selama enam minggu untuk menguasai suatu tarian, sementara seekor lebah yang lama hidupnya hanya enam minggu melakukan suatu tarian sebagai alat komunikasi. Kemampuan lebah memperkirakan jarak untuk pulang ke sarangnya juga sangat mengagumkan. Lebah membuat perhitungan berdasarkan posisi matahari. Posisi matahari berubah satu derajat setiap menit. Lebah yang menemukan lokasi makanan juga menghitung perjalanan pulangnya secepat dan setepat mungkin dengan bantuan matahari. Lebah melakukan ini tanpa kesalahan. Semua perhitungan tersebut dan kemampuan untuk hidup berdampingan secara harmonis dalam sarang ini tidak dapat dijelaskan sebagai suatu kebetulan murni atau dengan pelatihan selama enam minggu. Jadi, kesemuanya sudah tertanam di dalam diri lebah sebagai anugerah dari Sang Pencipta.

d. Perhatian Lebah Liar Terhadap Anaknya

Ada satu jenis lebah liar yang disebut lebah penggali. Disebut demikian karena ia menggali lubang dalam tanah untuk menyimpan larvanya. Lubang tersebut berbentuk melengkung. Bagi serangga ini, membuat lubang yang demikian itu akan mengambil segumpal tanah dengan mulutnya, lalu mengempaskan tanah itu dengan tangan dan kaki depannya.

Lebah jenis ini memiliki kekhususan lain berupa kemampuan untuk menghilangkan jejak. Ia tidak meninggalkan bekas penggalian sama sekali. Ia memindahkan tanah bekas galiannya sedikit demi sedikit ke suatu tempat yang jauh. Ia menyebarkan tanah bekas galian itu ke berbagai tempat sehingga tidak menarik perhatian. Setelah selesai membuat lubang yang cukup luas untuk menampung tubuh lebah, lebah betina segera membuat lubang terusan yang diperkirakan cukup untuk menampung telur dan persediaan makanan. Setelah itu, ia menutup lubang untuk sementara waktu kemudian terbang mencari persediaan makanan.

Lebah jenis ini merupakan spesialis dalam memburu serangga tertentu seperti belalang dan ulat sebagai makanannya. Dalam memburu mangsanya, lebah ini memiliki cara yang tidak biasa. Ia tidak membunuh mangsanya, tetapi membiusnya dengan jarum penyengat yang ia miliki. Lebah ini kemudian membawa mangsanya ke tempat yang aman. Sesampai di tempat yang dituju, ia meletakkan telurnya di atas tubuh mangsa yang masih segar dan terbius itu. Mangsa tesebut merupakan makanan yang cukup bagi larva yang akan keluar dari telur lebah. Setelah induk lebah menyiapkan tempat dan makanan untuk calon bayinya, ia segera menutup pintu masuk lubang menggunakan debu dan kerikil sengan sangat hati-hati. Ia kemudian mengambil baty dan memecahnya dan menggunakan pecahan itu untuk meratakan tempat masuk lubang. Pada tahap akhir, ia mengatur debu yang menutupi pintu masuk lubang sedemikan rupa dengan kaki-kakinya yang bergerigi sehingga sempurnalah upaya untuk menghilangkan jejak lubang.

Dengan demikian, lubang itu kini benar-benar tersamarkan. Namun, lebah ini tidak berhenti sampai di situ saja. Ia pun menggali lubang-lubang palsu di beberapa tempat di dekat lubang yang asli untuk mengelabuhi pemangsa. Adapun makanan (mangsa) yang dipendam di dalam lubang akan mencukupi bagi larva, sejak ia keluar dari telur hingga menjadi serangga sempurna yang mampu keluar dari lubang tersebut untuk melihat dunia luar.

Serangga kecil yang keluar dari telur itu selamanya tidak akan mengenal induknya. Walaupun begitu, si ibu tetap mau menyediakan tempat tinggal yang aman dan makanan yang mencukupi, walau harus menghadapi beragam kesulitan. Semua itu merupakan tindakan yang penuh dengan pengorbanan, keikhlasan, dan kelembutan.


Sumber :

  1. http://baihaqi-annizar.blogspot.com/2017/08/makalah-tentang-lebah-dalam-perspektif.html diakses pada 06/12/2018 pukul 14.15 WIB dikutip dari Thayyarah, Nadiah, Buku Pintar SAINS dalam Al-Quran Mengerti MukjizatIlmiah Firman Allah, Penerbit Zaman, Hal.579-580
  2. Dikutip dari Ary Nilandari, Miracle Of The Qur’an, (Penerbit Mizan : Bandung, 2010), hal 174-176
elrosyadi296
elrosyadi296 Seorang Santri Lulusan MA Jurusan IPS, Kuliah Jurusan Tafsir, Ngabdi Ngajar Ngaji, IPA dan Matematika, Hobi Coding Otodidak

Post a Comment for "Ibrah Yang Dapat Diambil Dari Seekor Lebah"